Batik Wair

Kalau di Amerika Serikat ada Grand Canyon, di Maumere ada Batik Wair. Batik Wair terletak di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi oleh pemandangan hutan yang tersebar luas.

Batik Wair merupakan penyuplai kebutuhan air bersih di Lela. Aliran air ini berasal dari titik-titik mata air di Batik Wair. Dalam perjalanan menuju kesana kalian akan menjumpai warga yang memanfaatkan aliran air tersebut untuk mencuci maupun mandi. Selain itu kalian juga akan menjumpai banyak pipa-pipa yang dikelola oleh PDAM untuk menyalurkan air ke pusat kecamatan.

Sebelum sampai ke Batik Wair kalian akan melewati beberapa sungai lalu sampai pada pintu masuk Batik Wair berbentuk ngarai. Kalian akan melihat ukiran pada dinding batu yang disebabkan oleh titik air yang mengikis secara perlahan. Kalian bisa masuk kesana saat genangan air tidak terlalu tinggi. Jarak antara satu dinding batu dan dinding batu lainnya cukup luas jadi memungkinkan kalian untuk masuk. Saat masuk kalian akan dimanjakan oleh bebatuan yang berwarna-warni oleh lumut dan paparan sinar matahari. Jika kalian menengok keatas mata kalian akan terpana oleh barisan pepohonan yang hijau serta cahaya matahari yang masuk disela-sela dedaunan yang lalu menerangi bagian dalam Batik Wair.

View yang ditawarkan oleh Batik Wair sangat tepat kalian jadikan sebagai spot foto. Tekstur dinding yang berlekuk lekuk memberikan kesan tersendiri dalam foto kalian. Disarankan buat kalian untuk membawa air minum serta perbekalan karena disana belum ada orang yang menjual air atau makanan. Selain itu, datanglah pada siang hari agar pencahayaannya cukup terang buat kalian untuk mengeksplor Batik Wair.

Sensasi sejuk dan hijaunya pepohonan menyegarkan mata kalian. Sejenak menghilangkan penat dengan menikmati pemberian Tuhan yang luar biasa mempesona. Ayo guys, tunggu apalagi? Mari berkunjung ke Maumere, nikmati keindahan alam dan budaya yang ada disana!

Rumpu Rampe

Rumpu rampe

Salah satu ciri khas dari Kota Maumere adalah Rumpu Rampe. Rumpu Rampe merupakan olahan daun singkong dan bunga pepaya yang ditumis dengan bumbu-bumbu sederhana yaitu bawang putih, bawang merah,cabe, garam dan beberapa bumbu dapur lainnya.

Panganan khas yang satu ini sangat populer di Maumere. Mendapatkannya pun tidak sulit karena makanan ini terdapat di setiap sudut kota Maumere. Apalagi warung-warung yang menjual makanan khas dan dipinggiran jalan tempat abang-abangĀ  berjualan ikan bakar. Atau mintalah ke kerabat kalian orang Maumere untuk memasakan rumpu rampe. Karena hampir semua ibu-ibu di Maumere sangat mahir dalam membuat rumpu rampe.

Sensasi rasa pedas dan gurih membuat kalian ingin makan tanpa henti. Salah satu keunikan dari Rumpu Rampe ini adalah rasanya yang tidak pahit bila diolah dengan tepat. Kita tahu bahwa masakan dari daun atau bunga pepaya memberikan cita rasa pahit pada masakan tersebut. Namun, ditangan ibu-ibu Maumere rasa pahit itu sirna karena diolah dengan tepat. Makan Rumpu Rampe tak lengkap jika tidak ditemani nasi hangat dan kuah asam khas Maumere. Inilah salah satu alasan yang membuat saya rindu akan kampung halaman. Buat kalian yang penasaran gimana rasanya, buruan ke Maumere!

Bukit Salib (Tangga Seribu)

Tidak jauh dari Pantai Tanjung Kajuwulu terdapat sebuah bukit dengan sebuah salib besar diatasnya. Masih dalam kecamatan Magepanda bukit salib ini familiar dengan sebutan Tangga Seribu dikalangan anak muda. Sebutan ini disematkan karena banyaknya jumlah anak tangga yang harus kalian lewati agar bisa sampai ke puncak salib walapun jumlahnya tidak mencapai seribu buah anak tangga hanya sekitar 300-an buah.

Siapkan tenaga kalian semaksimal mungkin untuk menaiki ratusan anak tangga. Jangan lupa untuk membawa air minum karena belum ada warga yang berjualan air di sekitar jalan. Bagi kalian umat Katolik tempat ini cocok buat berdoa dan berziarah. Bagi umat non Katolik kalian tetap bisa menikmati keindahan pemandangan disini. Birunya laut, cerahnya langit, hamparan rumput yang menghijau saat musim penghujan dan menguning saat kemarau menambah pesona Tangga Seribu. Dari atas bukit Salib kalian bisa menyaksikan Pantai Tanjung Kajuwulu yang berada tepat dibawah bukit.

Jika kalian datang saat sore hari, kalian bisa menyaksikan sunset dari puncak bukit. Semburat jingga dilangit, semilir angin yang berhembus, aroma rerumputan, disertai kicauan burung menambah pesona Bukit Salib. Bisa kalian bayangkan betapa tenang suasananya. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Tanjung Kajuwulu

Tanjung Kajuwulu terletak di pesisir pantai utara Maumere, tepatnya di Kecamatan Magepanda. Kalian harus menempuh jarak kurang lebih 20km dari Maumere agar bisa sampai kesini.

Pantai dengan pasirnya yang putih, airnya yang biru dan jernih serta hembusan angin yang menyejukan cocok buat kalian yang suka suasana tenang. Ditambah lagi pantai ini cenderung sepi karena akses menuju kepantai kurang optimal. Karena belum ada tangga, untuk sampai ke pantainya kalian harus menuruni jalan berbatu dan curam jadi harus extra hati-hati. Tidak usah terburu-buru kalau tidak mau jatuh. Pantai ini masih sangat asri sebab belum terjamah oleh tangan-tangan nakal. Pantai ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai kawasan wisata namun pengelolaannya masih minim karena kurangnya promosi dan perhatian dari pemerintah. Namun hal tersebut tidak mengurangi keindahan Pantai Tanjung Kajuwulu.

Walaupun pernah diterjang tsunami pada tahun 1992, pantai ini tetap memberikan keindahan yang tiada duanya. Jika kalian ingin berkunjung kesini jangan lupa untuk menyediakan air minum dan makanan sebab disana minim sekali pedagang yang berjualan. Siapkan tenaga kamu untuk menyusuri setiap sudut pantai yang indah ini. Suara hantaman ombak pada tebing karang memberikan sensasi tersendiri bagi kalian penikmat alam. Duduk bersantai sambil ngemil dan bertukar cerita bersama kerabat menjadi hal yang bisa kalian lakukan disini. Kayaknya keindahan Kabupaten Sikka emang gak ada habisnya yah? Ayo kepoin terus keseruan apalagi yang ada di Sikka. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Moke

Moke merupakan minuman khas dari Pulau Flores. Ada banyak sebutan bagi minuman yang satu ini antara lain sopi, dewe dan moke. Namun, moke menjadi sebutan yang paling familiar di Maumere. Minuman ini seakan menjadi ikon yang telah dikenal banyak orang, baik masyarakat lokal maupun mancanegara.

Di Maumere sendiri moke menjadi satu hal yang wajib disediakan disetiap acara besar seperti upacara adat, pernikahan, syukuran atau hajatan. Banyak masyarakat mengakui bahwa moke dapat mempererat kekerabatan dan tali persaudaraan antar sesama.Moke bukan hanya sekedar minuman namun juga memiliki nilai budaya, ekonomi da sosial yang tinggi.

Moke merupakan minuman tradisional yang mengandung alkohol. Bahan dasar pembuatan moke adalah sari bunga pohon lontar yang disuling menggunakan alat yang juga tradisional seperti bambu dan periuk tanah. Untuk menghasilkan 1 botol moke membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam. Moke dengan kualitas bagus biasanya disebut dengan BM atau Bakar Menyala. Maksudnya adalah jika moke tersebut disulut dengan api lalu terbakar menandakan bahwa moke itu kualitasnya bagus. Moke seperti ini biasanya dijual dengan harga yang tidak murah. Walaupun demikian, konsumen tidak akan kecewa dengan rasa dan kepuasannya.Moke di Maumere ada 3 jenis yaitu moke biasa (putih), moke merah dan moke dengan kadar alkohol tinggi. Untuk mendapat moke di Maumere tidak susah, moke tersedia hampir di semua bagian kota Maumere.

Masyarakat Maumere biasanya menikmati Moke dengan cara duduk melingkar, dan mengedarkan moke yang telah dituang kedalam sloki kepada setiap orang yang duduk dalam lingkaran tersebut. Moke biasanya dinikmati bersama makanan pendamping atau cemilan yang familiar dengan sebutan “Lepeng”, contohnya ikan kuah asam, sup kambing, sup brenibon, ikan bakar, pisang bakar atau rebus, ubi goreng dengan cocolan sambal terasi , sambal jeruk atau sambal tomat, dan lawar atau rumpu rampe.

Berbeda dengan minuman beralkohol di Jawa yang dioplos, masyarakat Maumere lebih suka keoriginalitas Moke. Meskipun ada beberapa jenis moke yang dicampur dengan anak rusa, ginseng, akar-akaran, ataupun sayur pare sebagai rendaman, hanya untuk menambah kesegaran, vitalitas serta untuk kesehatan. Sayangnya Moke belum bisa dijadikan sebagai buah tangan bagi wisatawan karena masih bersifat ilegal. Moke hanya bisa menjadi sebuah kenangan sampai nanti berkunjung lagi ke Maumere. Masih banyak makanan dan keindahan Maumere yang harus kalian explore. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Pangabatang Island

 

Pulau Pangabatang terletak di Desa Nangahale, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Dari pusat kota Maumere kalian harus menempuh 45 menit atau 1 jam perjalanan darat untuk sampai ke Desa Nangahale. Sesampai disana kalian harus mereservasi perahu motor yang akan kalian tumpangi menuju Pulau Pangabatang. Sebagian besar perahu yang ditumpangi belum memiliki alat-alat safety seperti pelampung dan sejenisnya. Sehingga kalian juga perlu hati-hati. Kalian juga disarankan untuk tidak datang kesana pada musim hujan dan musim angin, karena akan menyebabkan gelombang yang besar dan arus air yang tidak stabil. Di pulaunya sendiri karena belum terjamah oleh tangan manusia maka belum ada orang yang menjual makanan jadi kalian disarankan untuk membawa makanan sendiri. Dengan perahu motor kalian akan menempuh waktu kira-kira 1 jam 30 menit untuk sampai kesana. Sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi pemandangan laut yang jernih dan biru, ikan-ikan serta ubur-ubur yang berenang.

Sesampai di Pulau Pangabatang, sepanjang mata memandang kalian hanya akan melihat hamparan pasir putih yang terbentang luas. Saking jernihnya air di sekitar pulau memudahkan kalian untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang masih asri dan belum terkontaminasi. Sensasi yang kalian dapat saat berada disini serasa berada di pulau pribadi, karena kawasannya yang sepi penduduk memberikan ketenangan dan jauh dari kebisingan kota. Salah satu hal yang membuat Pulau Pangabatang semakin populer adalah pernah menjadi lokasi syuting acara TV terkenal yang bertemakan wisata yaitu My Trip My Adventure. Kalian pasti akan langsung terpukau oleh keindahannya dan langsung berebutan untuk mengabadikan moment ini dalam foto. Masih banyak lagi keindahan alam Maumere yang patut kalian explore. So. ayo berkunjung ke Maumere!

Koka Beach

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pantai yang terletak di Desa Mbengu, Wolowiro, Kecamatan Paga ini memiliki keindahan yang tak kalah memukau dari pantai pantai di Bali. Kalian bisa berkunjung kesini untuk melepas lelah, sejenak menjauhkan diri dari kesibukan. Jarak yang ditempuh sektar 40km dari Kota Maumere dan memakan waktu kira-kira 1 jam untuksampai ke Pantai Koka. Keindahan yang ditawarkan Pantai Koka membuat foto-foto kamu jadi lebih Instagramable. Pasirnya yang putih dan airnya yang membiru serta tebing karang yang memagari pantai ini membuat kalian betah dan ingin berlama-lama disana. Akses menuju tempat ini memang belum maksimal selain tidak adanya papan penunjuk, jalannya pun masih berbatu-batu. Tapi kalian tak perlu khawatir, kalian bisa bertanya ke masyarakat sekitar pasti akan langsung diantar kesana. Karena jalannya cukup kecil kalian disarankan untuk berjalan kaki atau menggunakan motor biar tidak susah.

Deburan ombak yang dahsyat menambah keindahan Pantai Koka. Bagi kalian yang ingin berenang disarankan untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena ombaknya yang besar dan arus air yang tidak stabil. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada di pantai selatan. Masih banyak lagi keindahan alam di Maumere yang patut kalian explore. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Gereja Tua Sikka

Gereja peninggalan Bangsa Portugis ini terletak di kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, pesisir pantai selatan kota Maumere.Gereja tua yang kini bernama Gereja St. Ignatius Loyola ini dibangun oleh seorang pastor Portugis, JF. Lecocq D’armanddaville yang kemudian dilanjutkan oleh pastor Y. Engbers dan bekerja sama dengan raja Sikka Yoseph Mbako Ximenes Da Silva pada tahun 1899. Bangunan masih tetap kokoh berdiri tegak walaupun telah berusia 100 tahun lebih.

Melihat arsitekturnya, bangunan gereja ini bergaya Baroque. Sebuah gaya arsitektur yang populer di eropa pada jaman itu. Ornamen – ornamen pada dinding tembok tergambar motif – motif tenun ikat tradisional masyarakat setempat. Konstruksi kayu dengan pewarnaan warna coklat dan kuning mendominasi pilar dan plafon. Di depan setelah pintu masuk gereja terdapat patung seorang pastor memegang alkitab dan kotak donasi. Untuk memasuki gereja ini, pengunjung diharapkan memberikan donasi untuk pemeliharaan gereja tua ini. Berkunjung kesini kalian akan disuguhi pemandangan pantai dengan deburan ombak yang luar biasa indah. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Pantai Sikka. Masih banyak lagi keindahan yang ditawarkan Maumere yang patut kalian Iexplore. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Patung Bunda Maria Nilo

Patung Maria Bunda Segala Bangsa terletak di Bukit Keli, Desa Nilo, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Bagi kalian yang beragama Katolik tempat ini menjadi rekomendasi jika kalian ingin berziarah dan berdoa karena suasananya yang tenang ditambah lagi pemandangan yang menyejukan mata. Kalian bisa melihat seluruh kota Maumere dari ketinggian Bukit Nilo. Patung ini dibangun pada tahun 2005 oleh Tarekat Pasionis yang bekerja sama dengan umat katolik disana. Almarhum Uskup Agung Ende Mgr. Abdon Longinus da CunhaĀ memberkati dan membukanya secara resmi sebagai tempat ziarah pada 31 Mei 2005, tepatnya pada akhir bulan Maria.

Umat Katolik Maumere sangat menghormati Bunda Maria. Masyarakat Maumere percaya jika kita sungguh-sungguh berdoa kepada Bunda Maria maka semua permohonan yang kita panjatkan akan terkabul. Ketenangan saat berada disana membuat kita semakin khusuk dalam berdoa, ditemani oleh udara sejuk yang berhembus dan pemandangan yang indah. Tidak jauh dari Patung Bunda Maria Nilo, kalian bisa melihat sebuah Salib besar yang berdiri. Masyarakat Maumere sering menyebut tempat ini dengan sebutan Bukit Golgota. Tempat ini tak kalah indah pemandangannya dan menjadi tempat yang cocok bagi kalian yang ingin berdoa dalam ketenangan. Masih banyak keindahan yang ditawarkan oleh Kabupaten SikkaĀ  yang patut kalian explore. So, ayo berkunjung ke Maumere!

Patung Kristus Raja

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Patung Kristus Raja merupakan tempat ziarah umat Katolik di Maumere.Ā Patung yang terletak di dekat pelabuhan L. Say ini menjadi lambang kekatolikan orang Maumere. Patung ini dibangun oleh Don Yosephus Ximenes Da Silva, raja Sikka ke-15. Namun sayang, patung yang menjadi lambang kekatolikan penduduk Kota Maumere dan sekaligus pelindung kota ini hancur lebur dihantam bom Sekutu pada akhir Perang Dunia II (1944). Kehadiran penguasa Jepang di Pulau Flores telah mengundang incaran Sekutu. Kota Maumere yang enjadi basis pertahanan Angatan Perang Kerajaan Jepang, diarahkan sebagai mangsa dan sasaran pemboman. Umat Katolik di Maumere merasakan kehilangan karena patung Kristus Raja yang megah dan agung itu hancur lebur oleh perang. Sebab itu muncuk tekad dari kalangan tokoh umat untuk menegakkan kembali patung yang sama ditempat yang sama.
Ā Ā Ā Ā Ā  Adalah Drs. Daniel Woda Pale, Bupati Sikka yang ketiga (1977 – 1988) dalam sambutannya didepan Pimpinan Gereja dan Umat Katolik di Indonesia Kabupaten Sikka pada saat perayaan 450 Tahun Gereja Katolik di Indonesia yang berlangsung di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, 12 Juli 1984, memberikan harapan bahwa pemerintah akan berusaha untuk mewujudkan aspirasi dan kehendak umat tersebut. Akan tetapi, sampai dengan akhir masa jabatannya (1988), tekad itu tidak terwujud oleh berbagai kendala dan hambatan.
Tekad itu baru terwujud dalam masa kepemimpinan Drs. A.M Konterius, Bupati Sikka yang ke empat (1988-1993).
Ā Ā Ā Ā Ā Ā  Dalam rangka kunjungan pastoral Sri Paus Yohanes Paulus II di Maumere tanggal 11-12 Oktober 1989. Bupati Konterius mengambil prakarsa untuk bekerja sama dengan masyarakat Sikka di Jakarta, mengerjakan sebuah patung Kristus Raja. Dibawah koordinasi Drs Frans Seda, Drs Ben Mang Reng Say, Blasius Bapa dan Eduard Karmoy Nirang, patung itu dikerjakan oleh Magnus B. Solapung, seorang putra Sikka. Biaya diperkirakan Rp 25 juta, yang dihimpun dari para donatur kalangan Katolik dan non Katolik di Jakarta. Patung Kristus Raja menjadi tempat yang tepat jika kalian ingin berdoa karena suasananya yang tenang. Selain itu, patung Kristus Raja juga berdekatan dengan Gereja Kathedral St. Yoseph. Letaknya yang strategis memudahkan kalian untuk sampai ke tempat ini. Masih banyak tempat-tempat menarik yang bisa kalian kunjungi di Maumere. So, ayo berkunjung ke Maumere!